Ini sama sekali bukan kehendak saya. Sebenarnya, tak ada satu pun kata-kata penyemangat atau penghiburan kosong yang ingin saya sampaikan; pada kalian yang tetap berjuang dalam hidup untuk tetap 'hidup, pada kalian yang masih terus berlari walau bayang-bayang putus asa serta kekhawatiran perlahan mengendap dalam hati.
Sebenarnya, tak ada satu pun kata-kata indah yang berhak untuk saya luncurkan melalui mulut ini, melalui hati yang berkali-kali terlemahkan, berkali-kali terkalahkan oleh kuasa 'hidup' dan keterbatasan 'diri'.
Akan tetapi, biarkan saya mengatakan ini saja, "Mari berjuang!"
Ya, marilah berjuang bersama menghadapi 'hidup'. Saya tak akan bilang 'jangan putus asa' walaupun saya ingin kalian tidak membiarkan keputusasaan menggerogoti semangat untuk berjuang melawan arus 'kehidupan'.
Kalian boleh menangis
Kalian boleh mengeluh
Kalian boleh mengutuk
Tapi waktu tetap akan berjalan, dengan keangkuhannya serta kebaikannya yang tak akan pernah kalian duga. Waktu tetap berjalan, di saat kalian menangis, di saat kalian mengeluh, di saat kalian mengutuk.
Dan aku tidak akan mengatakan "Tidak apa-apa, ada aku di sini". Karena teman yang paling bisa kalian andalkan bukanlah eksistensi-eksistensi di luar diri yang mungkin kalian anggap penting. Teman yang hanya bisa kalian andalkan, pada akhirnya hanyalah diri kalian sendiri.
Diri kalianlah yang menentukan apakah kalian akan menjadi pemenang dalam kehidupan kalian masing-masing. Dan aku tidak akan mengatakan bahwa 'menang' berarti menjadi 'hebat'. Tidak ada yang bisa mendefinisikan hal tersebut terkecuali diri kalian sendiri. Sampai mana? Sampai kapan? Sampai seperti apa? Tentukanlah.
Dan tetaplah berjuang!
...
Lalu, maafkanlah saya karena berlaku seperti hipokrit... Saya juga merasa ini menggelikan tapi saya tidak bisa menahan diri; karena kata-kata di atas pun merupakan tamparan keras bagi saya.
Ya, mari berjuang!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar