Meyakinkan orang lain itu sulit, karena setiap manusia memiliki pribadi--pemikiran dan prinsip hidup masing-masing. Akan tetapi yang paling sulit adalah meyakinkan orang yang kita anggap 'dekat', seperti keluarga atau sahabat.
Mungkin saja ada beberapa kali di mana kita tidak bisa menjelaskan apapun atau penjelasan kita ternyata tidak tersampaikan pada orang-orang terdekat kita, sehingga mereka salah paham akan hal yang kita inginkan mereka paling memahaminya. Hal tersebut bukan pengkhianatan tetapi terasa seperti itu, dan justru hal seperti itulah yang menyakitkan.
Tidak bisa marah, tidak bisa menyalahkan, tetapi kesepian dan rasa hampa karena penjelasan kita sama sekali tidak sampai, menggerogoti hati. Kita ingin mengulanginya lagi, berkata dengan lantang, akan tetapi kita mengetahui bahwa bukan itu yang kita harapkan. Kita mengharapkan obrolan yang baik, pengertian yang sederhana tanpa harus melibatkan emosi negatif yang terkadang membuat hancur kedekatan kita. Namun, pada akhirnya semua kembali ke kesalahpahaman yang menyebalkan dan kita hanya bisa menyesali, memukul-mukul emosi negatif agar tidak membuncah dan menghancurkan diri, mengalirkannya diam-diam bersama air mata kesal (terutama pada diri sendiri).
Ya Allah, jauhkanlah hamba dari emosi negatif hanya karena masalah ini dan berilah hamba kekuatan untuk tidak menyerah untuk kembali menjelaskan dan berilah mereka pengertian, kelapangan dada untuk mendengarkan hamba sekali lagi dengan seksama agar penjelasan hamba dapat dimengerti seperti hamba yang mengalaminya. Hamba hanya ingin dimengerti, bukan oleh sembarang orang lain, tetapi keluarga--orang-orang terdekat hamba, karena mereka lah yang paling berharga, mereka adalah orang-orang yang ingin hamba tunjukkan siapa sebenarnya diri hamba, apa yang sebenarnya hamba rasakan.
Amin.
Tak menghilangkan haus. Tak menghalau panas. Terhiraukan, hanya menggantung di ujung daun yang hijau. Berpendar samar terbias sang fajar (10-10-11 by Reditha Parossi Rahayu -Natz- )
Senin, 19 Mei 2014
Minggu, 26 Januari 2014
Langganan:
Komentar (Atom)