Kamis, 27 Oktober 2011

Obrolan di Sore Hari: I Love You Mom, always...

Saya sangat suka mengobrol dengan Ibu saya. Entah karena beliau merupakan Ibu saya (notabene salah satu orang yang paling mengerti saya), ataukah karena memang saya nyaman dengan beliau karena kami memiliki banyak persamaan dalam hal apapun, terutama sifat dan kesenangan untuk mengeksplorasi masalah sifat manusia.

Kepada saya yang lumayan anti sosial, Ibu saya memberikan motivasi tanpa menyalahkan kelemahan saya untuk berinteraksi dengan 'dunia luar'. Kepada saya yang OCD, Ibu saya memahami dan mengatakan bahwa itu hal biasa asal masih dalam ruang lingkup yang wajar. Kepada saya yang cengeng dan lemah ini, Ibu saya memberikan kepercayaan penuh bahwa sebenarnya saya kuat dan bisa melampaui segalanya dengan lapang dada dan pikiran yang jernih.

Saya banyak sekali terbantu oleh kata-kata beliau yang seperti itu. Mungkin, Ibu saya bukan tipe yang overprotektif maupun posesif maupun pencemas yang sedikit-sedikit menjejakkan kakinya ke 'area' yang berlabel privasi, juga bukan tipe yang terlalu cuek membiarkan anaknya melakukan apa yang disuka dan hanya memberikan peringatan jika kelewatan. Beliau tipe yang menghargai privasi melebihi apapun, dan hal itu juga diwarisi pada anak-anaknya. Namun, beliau juga tipe yang sangat perasa dan paling memikirkan keluarga. Saya sangat mengerti hal itu, karena beliau Ibu saya.

Ibu saya merupakan sosok idola saya, walaupun tak pernah saya lafalkan selama ini tapi dalam hati saya selalu berharap ingin menjadi seperti beliau. Mungkin beliau tidak pernah tahu kekaguman saya ini karena sifat saya yang cenderung kontradiktif, cenderung 'menolak' apa yang sebenarnya saya rasakan (entah itu karena didasari rasa malu atau rasa tidak perlu untuk menunjukkannya mentah-mentah ke dalam segala ucapan dan tindakan). Meskipun, dalam keluarga saya selalu dibilang anak Ayah, tapi saya merasa lebih dekat pada Ibu saya (walaupun beliau memang jarang menghubungi saya dibandingkan Ayah). Hal itu tidak berubah. Ah, tapi bukan berarti saya tidak menyayangi Ayah. Ini bukan masalah pembagian kasih sayang. Tapi, masalah 'pengertian' atau 'pertautan hati'. Saya lebih merasa dekat dengan ibu.

Mom, even though you know I'm always contradicting with my life
Even though you understand what a coward girl I am in real life
Even though I know you're tired with my whines and complains
You're still supporting me...
You're still acknowledging me...
You're still by my side...
I love you always, Mom
Not because you're still doing those above though I'm not even a good daughter
But because you're my Mom
...
I'm very grateful, Allah, for making her my Mom ="))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar