Mengenal konsep dualisme?
Pasti. Karena istilah ini lumayan cukup sering kita dengar kan? Semua yang ada di dunia ini (kecuali Tuhan itu sendiri) diyakini merupakan perwujudan dari konsep ini. Dan, yah... saya tidak akan membahas seluk beluk mengenai konsep ini lebih jauh karena bukan itu tema entri saya kali ini (pertama di tahun 2012). Konsep tersebut hanyalah sebagai gambaran akan yang ada pada diri saya.
Dualisme.
Dua hal yang berkebalikan tapi saling berhubungan.
Saya selalu menganggap diri saya sendiri itu terdiri dari dua 'eksistensi' yang berkebalikan namun saling berhubungan. Mungkin orang lain juga begitu. Seperti ada diri yang baik kemudian ada diri yang buruk. Ada diri yang mendorong untuk melakukan 'kebenaran', kemudian diri yang lain melakukan hal yang sebaliknya.
Tapi saya selalu merasa bahwa konsep dualisme dalam diri saya ini terlalu sangat seimbang jika dibandingkan dengan pada orang lain. Orang lain mungkin mempunya diri yang lebih dominan dibandingkan dengan diri yang lain. Namun dalam keadaan saya, hal itu tidak terjadi. Semua dominan, semua seolah saling mencekik leher masing-masing dan sewaktu-waktu bisa juga menjadi saling mengerti dan memaafkan. Dan keadaan tersebut, jujur, seringkali membuat saya agak 'galau'.
Kalau kalian sebut itu kepribadian ganda, tidak sepenuhnya benar. Kedua diri saya itu masih merupakan satu kesatuan, bukan keberadaan yang benar-benar terpisah satu sama lain. Tapi jika disebut kepribadian ganda juga tidak seluruhnya salah, karena terlalu seimbangnya dua diri tersebut sehingga mungkin kadang-kadang akan tampak seperti kepribadian ganda.
'Galau' kan?
Haha.
Karena itu sebenarnya saya selalu merasa cemburu jika ada orang dengan satu diri yang dominan, karena mereka tidak akan perlu repot-repot meng'galau'i diri mereka sendiri. Saya selalu ingin seperti itu. Tapi pada kenyataannya, semua tidak berjalan seperti yang saya inginkan. Dua diri itu masih tetap seimbang, saling mendominasi, saling menghancurkan, namun kadang saling mengerti, saling memahami.
Dualisme dalam diri.
Itu 'saya'.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar